Menikmati
Kopi dan Minuman kekinian
Meradangnya industri kopi dan minuman kekinian yang di
minati sejak tahun 2015, kopi makin di cintai banyak orang. Sampai sampai, keberadaannya
sampai saat ini pun masih tetap digandrungi dan menjadi bagian dari gaya hidup
di seluruh dunia. Bisnis cafe, coffee shop atau kedai kopi semakin banyak.
Menyajikan beragam jenis kopi, dari si espresso yang klasik sampai si modern,
es kopi susu. Sama hal nya dengan tren "ngopi", tren minuman kekinian
pun seakan menjadi bagian dari kehidupan. Banyaknya gerai minuman kekinian dari
bubble tea, cheese tea dan ragam minuman kekinian lainnya dapat dijumpai dengan
mudah.
Dengan sejarah kopi gayo. Kopi asli INDONESIA yang
mendunia
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil
biji kopi terbaik di dunia. Bahkan kopi Indonesia sudah terkenal kenikmatannya sampai
tingkat Internasional lho. Dari sekian banyak jenis kopi yang terbaik, salah
satunya adalah Kopi Gayo. Kopi asal Aceh ini memiliki tekstur yang tidak begitu
pekat dengan tingkat keasaman yang seimbang. Cocok buat kamu yang bukan
penikmat kopi asam maupun memiliki masalah dengan asam lambung. Nah, bicara
soal Kopi Gayo ternyata masyarakat Aceh sendiri punya cara penyajian yang unik.
Bukan diseduh, Kopi Gayo justru direbus bersamaan dengan airnya hingga
mendidih, lalu dituang ke dalam gelas baru kemudian ditambah gula dan susu.
Meski sekarang ini banyak bermunculan minuman kopi kekinian, Kopi Gayo tetap
menjadi primadona di hati para penikmatnya. Namun dibalik kepoulerannya,
ternyata Kopi Gayo punya sejarah yang cukup panjang lho. Berikut ini, mari simak
sedikit kisah perjalanan Kopi Gayo sampai bisa populer seperti sekarang ini!
1. Apa itu Kopi Gayo?Bagi penikmat kopi tanah air
tentunya sudah tak asing dengan Kopi Gayo. Kopi Gayo merupakan biji kopi
terbaik dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Kopi ini terkenal punya cita
rasa dan aroma yang khas. Bahkan kopi ini sudah mendapat penghargaan sebagai kopi
terbaik di dunia. Salah satunya di Internasional Conference on Coffee Science,
Bali pada Oktober 2010. Kopi Gayo berhasil mengalahkan varietas Arabika dari
daerah lainnya. Berkat predikat penghargaan ini Kopi Gayo semakin dikenal tak
hanya di Indonesia tetapi sampai tingkat Internasional.
2. Sejarah Kopi GayoSejarah penanaman kopi di tanah
Gayo tak bisa dilepaskan dari penjajahan Belanda kala itu. Tahun 1873, Belanda
menyatakan perang terhadap kesultanan Aceh. Perang tersebut berakhir dengan
kekalahan di pihak Aceh pada tahun 1904. Sultan Muhammad Daud Syah ditangkap,
sementara perkebunan lada yang sebelumnya menjadi lahan unggulan masyarakat
setempat terbengkalai. Tahun 1908, pemerintah Belanda mulai menanam perkebunan
kopi seluas 1000 hektar di lahan tersebut. Masyarakat sekitar turut menanam
kopi dengan mencontoh budidaya yang dilakukan pemerintah Belanda. Namun, kopi
Arabika sendiri hanya boleh diminum oleh para penjajah dan bangsawan Belanda.
Barulah setelah kemerdekaan, perkebunan kopi di Aceh dikuasai oleh masyarakat
setempat. Bahkan pada awal 1970-an, Aceh Tengah menjadi kabupaten penghasil
kopi terbesar di provinsi Aceh.
3. Karakteristik Kopi GayoKopi Gayo memiliki karakter
rasa yang kuat dengan tingkat keasaman yang rendah. Kopi Gayo juga memiliki
sedikit aroma rempah namun tidak melekat di lidah. Inilah yang membuat kopi
asal Aceh ini begitu digemari tak hanya di Indonesia, tetapi juga Eropa dan
Amerika Serikat. Meski begitu, ciri khas rasa Kopi Gayo ini cenderung tidak
konsisten dikarenakan perkebunan kopi di tanah Gayo memiliki ketinggian yang
berbeda dan budidaya yang beragam. Maka dari itu, karakteristik rasa yang
dihasilkan bisa berbeda juga tergantung dimana serta pada ketinggian berapa
biji Kopi Gayo ditanam.
4. Proses Pengolahan
Secara garis besar, ada dua cara pengolahan buah KopiGayo yaitu pengolahan basah (West Indische Bereiding) dan pengolahan kering
(Ost Indische Bereiding). Perbedaan utama dari kedua proses ini terletak pada
proses pengupasannya. Dimana pada proses pengolahan kering, daging buah akan
dikupas dari kulit tanduk dan kulit ari setelah biji kopi kering. Sedangkan,
pada proses pengolahan basah, daging buah akan dikupas sewaktu biji kopi masih
basah. Adapun metode pengolahan kering dilakukan ketika buah kopi yang sudah
panen kemudian segera dikeringkan dengan cara pengeringan alami atau
pengeringan buatan. Sementara metode pengolahan basah meliputi proses
penerimaan, pulping, fermentasi, pencucian, pengeringan, pengawetan dan
penyimpanan.
Kepopuleran biji Kopi Gayo dalam dunia perkopian tentu
tidak bisa diragukan lagi. Tidak heran kalau Kopi Gayo menjadi salah satu biji
kopi termahal di dunia. Selain enak, Kopi Gayo juga memiliki berbagai manfaat
yang baik untuk tubuh. Maka tidak heran kalau banyak coffee shop yang memilih
Kopi Gayo sebagai produk utama di coffee shop-nya.
Buat teman kuliner, sekarang waktunya kamu untuk
berburu kopi enak di coffee shop kece yang ada di bawah ini. Selain bisa
nikmatin rasa kopinya yang nendang, dengan ikutan PergiKuliner Berburu Kopi
kamu bisa dapetin stamp untuk dikumpulkan dan nantinya bisa ditukarkan dengan
segelas kopi favorit kamu, seru kan? Cek informasi lengkapnya di sini



Tidak ada komentar:
Posting Komentar